Jumat, 1 Maret 2024

Lagi Ramai soal Asam Sulfat, Ini Perbedaanya dengan Asam Folat

Vega Ma'arijil Ula
Rabu, 6 Desember 2023 17:32:00
Ilustrasi: bahan kimia asam sulfat. (Freepik)

Murianews, Kudus – Istilah asam sulfat tengah ramai diperbincangkan. Gara-garanya Cawapres Gibran Rakabuming Raka salah menyebut asam sulfat dengan asam folat.

Gibran menyebut asam sulfat diberikan untuk ibu hamil guna mencagah stunting. Padahal seharusnya yang dimaksud Gibran adalah asam folat.

Padahal asam sulfat dan asam folat merupakan dua jenis zat yang berbeda. Kedua zat tersebut saling berkebalikan dari segi manfaat.

Kepala Puskesmas Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Darini mengatakan, asam sulfat berbentuk cair dan bening seperti minyak. Asam sulfat juga tidak berbau, tidak bewarna serta tidak dapat larut di dalam air.

Sedangkan asam folat merupakan bentuk vitamin B. Menurut Darini, asam folat berperan penting untuk memproduksi sel darah merah.

”Folat berperan penting membantu tabung saraf bayi berkembang menjadi otak dan sumsum tulang belakang,” katanya, Rabu (6/12/2023).

Lebih lanjut, menurut Darini asam sulfat merupakan zat korosif yang merusak kulit. Selain itu juga dapat merusak mata, gigi, dan paru-paru.

”Sementara asam folat ditemukan pada sayuran dan jeruk. Ibu hamil juga dianjurkan mengonsumsi asam folat setiap hari,” sambungnya.

Dia menambahkan, asam folat merupakan salah satu zat yang dibutuhkan ibu hamil. Hal itu agar perkembangan otak janin menjadi bagus.

”Supaya janinnya bagus tidak rawan abortus. Selain itu juga dapat menurunkan risiko preeklamsia atau keracunan pada ibu hamil,” terangnya.

Tidak berhenti di situ, asam folat juga mampu mencegah abortus atau keguguran pada ibu hamil. Selain itu juga dapat mencegah anemia.

”Hal ini berbeda dengan asam sulfat yang digunakan untuk memproduksi bahan kimia. Asam sulfat merupakan senyawa yang berbahaya dan dapat menyebabkan cedera serius,” ungkapnya.

Editor: Ali Muntoha

Komentar