Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Saat anak demam, tidak sedikit orang tua yang merasa khawatir. Apalagi jika kondisi demam tidak menurun hingga beberapa hari.

Bagi orang tua memang penting memperhatikan kesehatan anaknya. Dengan demikian, jika anak mengalami masalah kesehatan bisa langsung melakukan pertolongan pertama, termasuk ketika mengalami demam.

Baca juga: Anak Mendadak Demam di Malam Hari, Jangan Panik! Begini Cara Mengatasinya

Dengan memberikan pertolongan pertama maka bisa mencegah sakit yang lebih parah. Namun, pertolongan pertama pada anak yang demam juga harus dilakukan dengan benar.

Melansir dari Halodoc, Minggu (9/4/2023), saat anak demam, kebanyakan orang tua pasti akan mulai panik. Selanjutnya, mereka biasanya akan langsung mengukur suhu tubuh anak. Melansir Kids Health, anak-anak sering mengalami demam, dan ini juga tidak melulu kondisi yang buruk.

Demam pada anak terjadi karena sistem kekebalan tubuh anak bertarung melawan penyakit. Jika suhu anak sudah cukup tinggi dan menunjukkan gejala lain, maka pemeriksaan di rumah sakit segera wajib dilakukan.

Untuk ibu yang telah memiliki anak, penting untuk mengetahui tentang cara mengukur suhu tubuh yang tepat dan berapa kisaran suhu yang perlu diwaspadai. Dengan begini, ibu paham kapan harus membawa anak ke dokter, atau kapan harus membiarkan anak untuk beristirahat. Simak cara-cara dalam mengukur suhu tubuh anak yang tepat saat demam berikut ini.

Jenis Termometer yang Bisa Digunakan

Pertama-tama, kamu harus mengetahui jenis termometer yang tepat untuk mengukur suhu tubuh anak saat demam, yaitu:

Termometer Digital

Termometer digital memberikan pembacaan tercepat, paling akurat, dan merupakan satu-satunya jenis yang saat ini direkomendasikan oleh dokter. Tersedia dalam berbagai ukuran dan bentuk, termometer ini dijual di sebagian besar supermarket dan toko obat.

Pastikan kamu membaca instruksi pada kemasan untuk melihat bagaimana cara menggunakannya dan berbagai informasi yang harus kamu ketahui. Area tubuh anak yang bisa diukur suhunya, adalah:

1. Area Dubur

Pengukuran suhu di sini adalah metode akurat untuk anak di bawah 3 tahun;

2. Area Mulut

Metode ini cocok untuk anak-anak berusia 4-5 tahun atau lebih;

3. Area Lengan
Termometer digital ini memang paling tidak akurat, tetapi bagus untuk pemeriksaan pertama.Jenis Termometer LainnyaTermometer arteri temporal - ini mengukur gelombang panas di sisi dahi dan dapat digunakan pada bayi 3 bulan ke atas;Termometer telinga elektronik (timpani) - ini mengukur gelombang panas dari gendang telinga dan dapat digunakan pada bayi 6 bulan ke atas.Jenis Termometer yang Tidak DirekomendasikanJenis-jenis termometer ini tidak direkomendasikan karena kurang akurat:1. Termometer strip plastik;2. Termometer dot;3. Aplikasi pengukur suhu pada smartphone;4. Termometer merkuri kaca. Jenis termometer ini tidak disarankan karena merkuri berpotensi merusak lingkungan.Kiat untuk Mengukur Suhu Tubuh Anak Berdasarkan UsiaSeperti yang diketahui banyak orangtua, mengukur suhu tubuh anak yang aktif cenderung sulit dilakukan. Metode terbaik tergantung pada usia dan temperamen anak, di antaranya:1. Untuk bayi di bawah 3 bulan, kamu mendapatkan hasil pembacaan suhu tubuh paling tepat dengan menggunakan termometer digital untuk mengukur suhu dubur. Hubungi dokter jika bayi berusia di bawah 3 bulan memiliki 38 derajat Celcius atau lebih tinggi.2. Untuk bayi berusia antara 3 bulan dan 6 bulan, termometer rektal digital masih merupakan pilihan terbaik. Termometer arteri temporal juga dapat digunakan.3. Untuk anak-anak berusia antara 6 bulan dan 4 tahun, kamu bisa gunakan termometer digital untuk mengukur suhu dubur. Kamu dapat menggunakan termometer timpani (telinga) atau termometer digital untuk mengukur suhu ketiak, tetapi kurang akurat.4. Untuk anak-anak berusia 4 tahun atau lebih, kamu bisa gunakan termometer digital untuk mengukur suhu secara oral jika anak cukup suportif. Tetapi anak-anak yang banyak batuk atau bernapas melalui mulut mereka karena hidung tersumbat tidak mampu menutup mulut mereka cukup lama untuk metode oral. Pada kasus ini, kamu bisa menggunakan metode temporal, timpani, dubur, atau aksila (dengan termometer digital).Itulah yang bisa dilakukan untuk mengukur suhu tubuh anak berdasarkan usianya. Selalu perhatikan setiap gejala yang terjadi pada anak dan lakukan pemeriksaan pada anak agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler