Jumat, 24 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Keluhan pada kaki, seperti nyeri, kesemutan, atau rasa tidak nyaman saat beraktivitas sering dirasakan banyak orang. Salah satu upaya untuk menghilangkan keluhan ini adalah melalui akupuntur kaki.

Akupuntur kaki adalah salah satu terapi komplementer yang dilakukan dengan menusukkan jarum tipis ke titik-titik tertentu di area kaki yang dipercaya dapat membantu merangsang respons alami tubuh.

Akupuntur kaki yang berasal dari praktik pengobatan tradisional Tiongkok itu, kini digunakan sebagai terapi pendamping dalam dunia medis modern untuk membantu mengurangi gejala pada beberapa kondisi tertentu.

Meski banyak orang merasakan manfaatnya, penting untuk memahami cara kerja, manfaat, prosedur, serta risiko akupuntur kaki sebelum memutuskan untuk menjalaninya. Berikut penjelasannya, dilansir dari Alodokter.

Manfaat Akupuntur Kaki

1. Membantu meredakan nyeri pada kaki

Salah satu manfaat akupuntur kaki yang paling banyak dicari adalah kemampuannya dalam membantu meredakan nyeri pada kaki.

Terapi ini sering digunakan sebagai pengobatan pendamping untuk mengurangi rasa sakit akibat kondisi tertentu, seperti plantar fasciitis, nyeri tumit, atau radang sendi.

Stimulasi pada titik-titik tertentu di kaki dipercaya dapat membantu tubuh melepaskan zat alami yang berperan dalam mengurangi rasa nyeri.

Memberikan efek relaksasi... 

2. Membantu mengurangi gejala neuropati perifer

Akupuntur kaki juga kerap dimanfaatkan sebagai terapi pendukung untuk membantu mengurangi gejala neuropati perifer, seperti kesemutan, rasa terbakar, atau kebas pada kaki.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa stimulasi saraf melalui akupuntur dapat membantu meningkatkan fungsi saraf dan mengurangi ketidaknyamanan, termasuk pada penderita diabetes yang mengalami gangguan saraf di kaki.

3. Membantu meningkatkan aliran darah

Akupuntur kaki dipercaya dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah pada area tertentu di kaki. Aliran darah yang lebih baik dapat membantu mengurangi rasa dingin, pegal, atau tidak nyaman pada kaki serta mendukung proses penyembuhan jaringan.

Namun, manfaat ini dapat berbeda pada setiap orang dan masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

4. Mendukung pemulihan cedera ringan

Bagi orang yang aktif berolahraga atau sering melakukan aktivitas fisik, akupuntur kaki dapat membantu mendukung pemulihan setelah cedera ringan pada otot atau jaringan lunak di kaki.

Terapi ini dipercaya dapat membantu mengurangi rasa nyeri dan ketegangan otot sehingga proses pemulihan menjadi lebih nyaman dan pasien dapat kembali beraktivitas secara bertahap.

5. Memberikan efek relaksasi dan mengurangi stres

Selain bermanfaat bagi kesehatan fisik, akupuntur kaki juga dapat memberikan efek relaksasi pada tubuh. Stimulasi pada titik-titik tertentu diyakini dapat membantu menenangkan sistem saraf, mengurangi ketegangan, dan memberikan rasa nyaman setelah menjalani aktivitas sehari-hari.

Oleh karena itu, sebagian orang memilih akupuntur kaki sebagai salah satu cara untuk membantu mengelola stres dan meningkatkan kualitas hidup.

Prosedur Akupuntur Kaki... 

Prosedur Akupuntur Kaki

Untuk mendapatkan manfaat akupuntur kaki secara optimal, setiap tahap prosedur perlu dilakukan dengan benar oleh praktisi yang terlatih.

Mulai dari konsultasi sebelum tindakan, proses pemasangan jarum, hingga perawatan setelah terapi, semuanya berperan penting dalam menjaga keamanan dan efektivitas prosedur.

Berikut ini adalah tahapan prosedur akupuntur kaki yang perlu diketahui:

1. Sebelum prosedur

Sebelum menjalani akupuntur kaki, pasien akan menjalani konsultasi dengan praktisi atau dokter untuk membahas keluhan yang dialami, riwayat kesehatan, serta tujuan terapi. Informasi ini diperlukan untuk menentukan titik-titik akupuntur yang akan distimulasi selama prosedur.

Pasien juga disarankan untuk memberi tahu praktisi jika sedang hamil, memiliki gangguan pembekuan darah, mengonsumsi obat pengencer darah, atau memiliki luka maupun infeksi pada area kaki.

Sebelum terapi dimulai, area kaki akan dibersihkan untuk membantu mengurangi risiko infeksi.

2. Selama prosedur

Prosedur akupuntur kaki dimulai dengan pasien berada dalam posisi yang nyaman. Setelah itu, praktisi akan memasukkan jarum steril berukuran sangat tipis ke beberapa titik tertentu pada kaki sesuai dengan kondisi atau keluhan yang ditangani.

Saat jarum dimasukkan, sebagian orang mungkin merasakan sensasi ringan seperti kesemutan, hangat, pegal, atau sedikit tertusuk.

Jarum biasanya dibiarkan selama 20-45 menit agar stimulasi dapat bekerja secara optimal. Selama prosedur berlangsung, pasien umumnya dapat beristirahat dengan nyaman.

Efek Samping... 

3. Setelah prosedur

Setelah jarum dilepas, pasien biasanya dapat langsung melanjutkan aktivitas sehari-hari. Namun, beberapa orang dapat mengalami efek samping ringan, seperti kemerahan, memar kecil, atau rasa pegal pada area bekas tusukan jarum.

Untuk membantu tubuh beradaptasi setelah terapi, pasien dianjurkan untuk beristirahat yang cukup, mencukupi kebutuhan cairan, dan menghindari aktivitas fisik yang terlalu berat selama beberapa jam setelah prosedur.

Efek Samping dan Risiko Akupuntur Kaki

Secara umum, akupuntur kaki tergolong aman jika dilakukan oleh praktisi yang terlatih dan menggunakan prosedur yang sesuai. Namun, beberapa efek samping ringan tetap dapat terjadi, antara lain:

  • Nyeri ringan, kemerahan, atau memar di area bekas tusukan jarum.
  • Perdarahan ringan atau munculnya titik darah kecil pada lokasi penusukan.
  • Rasa pusing atau lemas setelah terapi pada sebagian orang.
  • Infeksi kulit apabila prosedur tidak dilakukan secara steril.
  • Reaksi alergi terhadap bahan tertentu pada jarum, meskipun kasus ini sangat jarang terjadi.

Perlu diperhatikan bahwa akupuntur kaki mungkin tidak cocok untuk semua orang.

Jika Anda memiliki gangguan pembekuan darah, sedang mengonsumsi obat pengencer darah, menderita diabetes dengan luka pada kaki, memiliki infeksi kulit, atau sedang hamil, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menjalani prosedur ini.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler