Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, KudusKerokan adalah metode yang populer untuk mengatasi masuk angin. Sebagian orang merasakan kenyamanan saat bagian punggung dikerok dengan balsem.

Meski masuk angin adalah istilah yang digunakan menggambarkan gejala penyakit, ternyata kerokan menjadi hal yang ampuh untuk membuat tubuh kembali fit.

Lantas kenapa hal tersebut bisa terjadi?

Secara medis, kerokan memang belum terbukti sebagai obat yang manjur untuk meredakan penyakit. Hanya saja efek kerokan dapat dijelaskan secara ilmiah.

Melansir dari berbagai sumber, efek pertama adalah pijat dan rangsangan otot. Saat kerokan dilakukan tubuh mengalami gesekan pada kulit.

Hal ini sebenarnya merupakan bentuk pijatan yang merangsang peredaran darah di area yang dikerok.

Peningkatan aliran darah ini dapat membantu meredakan ketegangan otot dan memberikan rasa nyaman.

Efek selanjutnya adalag pelepasan Endorfin. Rasa sakit ringan akibat kerokan dapat memicu tubuh untuk melepaskan endorfin, hormon alami yang berfungsi sebagai pereda nyeri dan memberikan sensasi kebahagiaan.

Inilah yang membuat seseorang merasa lebih baik setelah kerokan.

Tak Direkomendasikan...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler