Tahu dan Tempe Tak Aman Bagi Penderita Asam Urat? Ini Faktanya
Supriyadi
Rabu, 10 September 2025 15:47:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Bagi penderita asam urat, pantangan makanan seringkali menjadi kekhawatiran, terutama yang mengandung purin tinggi seperti kacang-kacangan.
Namun, bagaimana dengan tahu dan tempe yang terbuat dari kedelai? Apakah kedua makanan ini aman dikonsumsi?
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa tahu dan tempe aman untuk penderita asam urat. Meski kedelai mengandung purin, konsumsinya tidak secara langsung meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh.
Bahkan, beberapa studi menyebut kedelai memiliki efek perlindungan.
Sebuah penelitian skala besar di Singapura yang melibatkan lebih dari 50 ribu orang Tionghoa mengamati pola makan mereka dari tahun 1993 hingga 2010.
Hasilnya, konsumsi kedelai, termasuk dalam bentuk tahu dan tempe, tidak berhubungan dengan peningkatan risiko asam urat.
Hasil serupa juga ditemukan dalam enam studi lain di Jepang dan Taiwan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedelai tidak hanya aman, tetapi juga mampu meningkatkan ekskresi (pembuangan) asam urat. Sehingga membantu menjaga keseimbangan kadar asam urat dalam tubuh.
Temuan ini berbeda dengan efek yang ditimbulkan oleh sumber purin lainnya. Penelitian yang sama mencatat bahwa kelompok yang banyak mengonsumsi daging merah memiliki risiko asam urat 8% lebih tinggi, sedangkan konsumen unggas memiliki risiko 27% lebih tinggi.
Daging Unggas Lebih Beresiko...
- 1
- 2



