Lantas kapan haru ke dokter? Meskipun sebagian besar mimisan ringan, Anda harus segera mencari pertolongan medis jika:
Murianews, Kudus – Mimisan, atau yang secara medis dikenal sebagai epistaksis, adalah kondisi keluarnya darah dari hidung. Secara teori, mimisan ini karena pembuluh darah di dalam hidung yang sangat halus pecah dan darah keluar melalui rongga.
Meskipun seringkali terlihat mengkhawatirkan, sebagian besar kasus mimisan tidak berbahaya dan dapat diatasi dengan penanganan sederhana.
Meski begitu, mimisan ini juga bisa menjadi pertanda masalah kesehatan serius yang menyerang tubuh.
Melansir dari berbagai sumber, penyebab mimisan dapat dibagi menjadi beberapa kategori: lokal (berkaitan langsung dengan hidung), sistemik (berkaitan dengan kondisi tubuh secara umum), dan faktor lingkungan.
1. Penyebab Lokal (di Hidung)
Ini adalah penyebab mimisan yang paling umum, biasanya terjadi di bagian depan septum hidung (pembatas lubang hidung).
Udara Kering:
Udara yang kering (misalnya di dataran tinggi, saat musim dingin, atau di ruangan ber-AC/pemanas) dapat membuat lapisan dalam hidung (mukosa) mengering dan retak. Hal ini menyebabkan pembuluh darah halus lebih mudah pecah.
Kebiasaan Buruk...
Kebiasaan Mengorek Hidung atau Membuang Ingus Terlalu Keras:
Mengorek hidung terlalu dalam atau kasar, terutama dengan kuku yang tajam, dapat melukai pembuluh darah di dalamnya.
Membuang ingus terlalu kuat juga dapat memberikan tekanan berlebihan yang memicu pecahnya pembuluh darah.
Cedera atau Trauma pada Hidung:
Benturan, pukulan, atau cedera langsung pada hidung, misalnya saat terjatuh atau kecelakaan, dapat merusak atau mematahkan tulang hidung serta memecahkan pembuluh darah.
Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) dan Alergi:
Kondisi seperti flu, pilek, sinusitis, atau rinitis alergi menyebabkan peradangan dan iritasi pada lapisan hidung, membuat pembuluh darah lebih rapuh dan sensitif.
2. Penyebab Sistemik dan Obat-obatan
Penyebab ini berkaitan dengan kondisi kesehatan atau pengobatan yang memengaruhi seluruh tubuh. Biasanya, mimisan ini terjadi karena penyakit tertentu. Beberapa di antaranya ada hipertensi hingga gangguan pembekuan darah.
Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi):
Meskipun hubungannya masih diperdebatkan, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol (hipertensi), terutama pada mimisan posterior (di bagian belakang hidung), dapat membuat pembuluh darah lebih rentan pecah.
Gangguan Pembekuan Darah:
Pembekuan darah ini seperti Hemofilia, Penyakit Von Willebrand, atau Leukemia (kanker darah) dapat menyebabkan tubuh kesulitan menghentikan perdarahan, sehingga mimisan sering terjadi dan sulit berhenti.
Selain itu ada kondisi yang dapat memicu. Sepertihalnya Demam, kelelahan, dan stres.
Periksa ke Dokter...
Lantas kapan haru ke dokter? Meskipun sebagian besar mimisan ringan, Anda harus segera mencari pertolongan medis jika:
- Mimisan tidak berhenti setelah 15-20 menit penekanan langsung pada hidung.
- Mimisan terjadi berulang kali dalam waktu singkat tanpa penyebab yang jelas.
- Mimisan sangat banyak atau disertai gejala lain seperti pusing, lemas, kulit pucat, demam, memar di tubuh, atau sesak napas.
- Mimisan terjadi setelah cedera kepala atau patah hidung yang parah.