Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Carolina Fajar, Kepala Operasional Let's Adopt Indonesia mengatakan, terdapat beberapa efek samping yang mungkin muncul setelah pemberian vaksinasi rabies. Beberapa efek samping yang umum meliputi sakit atau bengkak pada daerah injeksi, demam, lemas, dan berkurangnya nafsu makan.

”Gejala yang timbul biasanya ringan,” ujar Carolina pada Sabtu (24/6/2023).

Baca: Dispertan Kudus Gelar Sterilisasi Kucing dan Vaksinasi Rabies

Selain itu, ada juga efek lain yang dapat terjadi, seperti hewan menjadi lebih mengantuk selama 24 jam setelah vaksinasi dan kurangnya nafsu makan selama periode yang sama.

Meskipun ada efek samping yang mungkin terjadi, Carolina mengingatkan masyarakat untuk tidak perlu khawatir, tetapi tetap waspada.

Ia menekankan pentingnya memperhatikan kondisi hewan setelah vaksinasi. Umumnya, efek samping tersebut hanya berlangsung selama 24 jam.

Carolina juga memberikan saran kepada pemilik hewan peliharaan untuk menjaga hewan di dalam rumah setelah vaksinasi. Selain itu, mereka perlu memberikan makanan yang bergizi dan memastikan hewan tetap terhidrasi.”Normalnya, hewan akan beristirahat selama 24 jam. Hal ini masih dianggap wajar. Namun, jika gejala tersebut berlanjut, segera hubungi dokter hewan terdekat,” tambahnya.Sebelumnya, Dispertan Kabupaten Kudus telah melaksanakan sterilisasi kucing dan vaksinasi rabies sebagai upaya untuk mengontrol populasi kucing liar dan mencegah penyebaran virus rabies. Sterilisasi ditujukan untuk mengendalikan populasi kucing liar, sementara vaksinasi rabies dilakukan untuk anjing dan kucing, baik peliharaan maupun liar.Baca: Kudus Gelar Sterilisasi Kucing dan Vaksinasi Rabies GratisKegiatan vaksinasi rabies ini merupakan bagian dari upaya yang komprehensif dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan hewan serta melindungi masyarakat dari risiko penyebaran penyakit yang berpotensi membahayakan. Dengan memperhatikan efek samping dan penanganannya dengan baik, diharapkan tujuan vaksinasi rabies dapat tercapai secara efektif. Editor: Cholis Anwar

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler