Namun, tak perlu khawatir, sebab cahaya matahari ternyata memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan tubuh. Terlebih, cahaya matahari di pagi hari. Itu diungkapkan dr Zaidul Akbar.
Dalam kanal Youtubenya, dr Zaidul Akbar Official, ia mengutip firman Allah, surat Ash-Shams ayat 1 yang artinya, Demi matahari dan sinarnya pada pagi hari.
”Allah bersumpah berarti, ada sesuatu dalam matahari itu yang membuat harusnya manusia, kita ini merenung gitu
loh bukan takut dengan matahari,” katanya.
Baca: Terpaksa Keluar saat Cuaca Panas, Ikuti Tips Ini untuk Mencegah Heat Stroke pada Ibu HamilDengan ketetapan Allah itu, dokter yang juga ustaz ini menjelaskan ragam manfaat cahaya matahari bagi kesehatan tubuh. Pertama, cahaya matahari terdapat nutrisi yang perlu diserap tubuh.
Sebagaimana diketahui, cahaya matahari di pagi hari mengandung vitamin D. Nutrisi ini dibutuhkan tubuh untuk meningkatkan metabolisme kalsium dan imunitas tubuh.
Dr Zaidul Akbar juga mengatakan, cahaya matahari dapat membantu sistem pencernaan tubuh. Kemudian juga akan mengaktifkan sistem autofagi atau sistem untuk membuang sel-sel yang rusak dan tidak berfungsi.
Kemudian, cahaya matahari juga memberikan efek detox, memperbaiki DNA dalam tubuh, hingga meningkatkan sensitifitas insulin dalam tubuh.”Sangat banyak manfaatnya (cahaya matahari) mulai dari memberikan ketenangan, menguatkan fungsi hormon, merangsang antioksidan ya. Kemudian, merangsang
sistem cleaning. Modal matahari doang,” katanya.
Baca: Ibu Hamil Hati-Hati saat Keluar di Cuaca Panas Begini, Ini RisikonyaIa pun mengungkapkan sejumlah penyakit akibat tubuh tak terpapar cahaya matahari. Banyaknya kasus insomnia, disebutnya juga karena tidak melihat sinar matahari di pagi hari.”Kenapa orang kayak gitu bisa mendapatkan penyakit seperti itu atau keluhan seperti itu. Karena harusnya matanya memandang matahari tapi matanya memandangnya bukan matahari (tapi) handphone. Misalnya, bangun tidur yang dilihat Bukan matahari (tapi) handphone. Apa yang terjadi di-strap. dia terganggu,” ujarnya.Ia pun menyebut salah satu penyebab orang sakit karena tidak terpapar cahaya matahari. ”Badannya enggak ketemu matahari, kulitnya enggak terpapar matahari ya,” imbuhnya.Dr Zaidul Akbar pun meminta jangan terlalu mengkhawatirkan matahari menyebabkan kanker karena bocornya lapisan ozon atau atsmosfer.”Kalau lah bahasanya ini matahari ini menyebabkan kanker dengan bolongnya lapisan atmosfer. Maka berapa banyak orang yang tiap hari kena kanker gara-gara terpapar matahari,” ujarnya.
Murianews, Kudus – Musim kemarau telah tiba di Indonesia. Di musim itu, cahaya matahari akan lebih banyak terekspos ketimbang saat musim penghujan. Cahaya matahari lebih banyak terlihat dan tak terhalang awan atau mendung.
Namun, tak perlu khawatir, sebab cahaya matahari ternyata memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan tubuh. Terlebih, cahaya matahari di pagi hari. Itu diungkapkan dr Zaidul Akbar.
Dalam kanal Youtubenya, dr Zaidul Akbar Official, ia mengutip firman Allah, surat Ash-Shams ayat 1 yang artinya, Demi matahari dan sinarnya pada pagi hari.
”Allah bersumpah berarti, ada sesuatu dalam matahari itu yang membuat harusnya manusia, kita ini merenung gitu
loh bukan takut dengan matahari,” katanya.
Baca: Terpaksa Keluar saat Cuaca Panas, Ikuti Tips Ini untuk Mencegah Heat Stroke pada Ibu Hamil
Dengan ketetapan Allah itu, dokter yang juga ustaz ini menjelaskan ragam manfaat cahaya matahari bagi kesehatan tubuh. Pertama, cahaya matahari terdapat nutrisi yang perlu diserap tubuh.
Sebagaimana diketahui, cahaya matahari di pagi hari mengandung vitamin D. Nutrisi ini dibutuhkan tubuh untuk meningkatkan metabolisme kalsium dan imunitas tubuh.
Dr Zaidul Akbar juga mengatakan, cahaya matahari dapat membantu sistem pencernaan tubuh. Kemudian juga akan mengaktifkan sistem autofagi atau sistem untuk membuang sel-sel yang rusak dan tidak berfungsi.
Kemudian, cahaya matahari juga memberikan efek detox, memperbaiki DNA dalam tubuh, hingga meningkatkan sensitifitas insulin dalam tubuh.
”Sangat banyak manfaatnya (cahaya matahari) mulai dari memberikan ketenangan, menguatkan fungsi hormon, merangsang antioksidan ya. Kemudian, merangsang
sistem cleaning. Modal matahari doang,” katanya.
Baca: Ibu Hamil Hati-Hati saat Keluar di Cuaca Panas Begini, Ini Risikonya
Ia pun mengungkapkan sejumlah penyakit akibat tubuh tak terpapar cahaya matahari. Banyaknya kasus insomnia, disebutnya juga karena tidak melihat sinar matahari di pagi hari.
”Kenapa orang kayak gitu bisa mendapatkan penyakit seperti itu atau keluhan seperti itu. Karena harusnya matanya memandang matahari tapi matanya memandangnya bukan matahari (tapi) handphone. Misalnya, bangun tidur yang dilihat Bukan matahari (tapi) handphone. Apa yang terjadi di-strap. dia terganggu,” ujarnya.
Ia pun menyebut salah satu penyebab orang sakit karena tidak terpapar cahaya matahari. ”Badannya enggak ketemu matahari, kulitnya enggak terpapar matahari ya,” imbuhnya.
Dr Zaidul Akbar pun meminta jangan terlalu mengkhawatirkan matahari menyebabkan kanker karena bocornya lapisan ozon atau atsmosfer.
”Kalau lah bahasanya ini matahari ini menyebabkan kanker dengan bolongnya lapisan atmosfer. Maka berapa banyak orang yang tiap hari kena kanker gara-gara terpapar matahari,” ujarnya.