Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Cara kerja operasi bariatrik yakni membuat tubuh dapat membatasi jumlah makanan yang dapat ditampung di lambung. Ini juga akan mengurangi penyerapan nutrisi di usus halus.

Menurut Kemenkes, operasi bariatrik ini menjadi salah satu metode penurunan berat badan bagi orang dengan obesitas. Kebanyakan, mereka memilih metode ini karena sudah mengalami berat badan berlebih dan tak dapat ditolong.

Baca: Lakukan Ini Biar Enggak Gendut Usai Iduladha

Operasi bariatrik pun dipilih agar dapat menghindari risiko kesehatan serius lainnya. Namun, tak semuanya bisa melakukannya karena sejumlah pertimbangan.

Ada pun manfaat operasi bariatrik sebagai berikut;

1. Menurunkan berat badan dalam jangka waktu yang lama

Sebuah penelitian menyebut, lebih dari 90 persen penderita obesitas yang menjalani operasi bariatrik mengalami penurunan berat badan dan hasilnya menetap dalam waktu setidaknya 1 tahun.2

2. Mampu meningkatkan angka harapan hidup

Sebuah penelian menunjukkan penderita obesitas yang telah menjalani operasi bariatrik memiliki usia harapan hidup yang lebih tinggi dibandingkan dengan penderita obesitas yang tidak menjalani operasi.

3. Mampu mencegah atau membantu proses pengobatan gangguan kesehatan lain terkait obesitas

Contohnya diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, sleep apnea, nyeri lutut karena radang sendi (arthritis), penyakit asam lambung, kolesterol tinggi, dan perlemakan hati.

4. Mampu meningkatkan kualitas hidup secara umum dan memperbaiki kondisi psikologis

Rasa percaya diri, interaksi sosial, gejala depresi, dan gangguan kecemasan dilaporkan mengalami perbaikan setelah penderita obesitas menjalani operasi bariatrik.

Baca: Ini Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cepat, Mudah dan Enggak Ribet
Meski memiliki sejumlah manfaat, operasi bariatrik juga memiliki risiko yang tak sedikit. Bahkan, risiko tersebut dapat mengancam nyawa. Berikut risiko dari menjalani operasi bariatrik;- Perdarahan.- Infeksi.- Terbentuknya emboli, yaitu bekuan darah yang dapat terbawa ke organ tertentu, seperti otak, paru-paru, atau jantung. Jika tidak segera diobati, kondisi ini bisa mengancam nyawa.- Kebocoran pada lambung atau usus yang dijahit.- Kesulitan bernapas.Adapun risiko jangka panjang bagi orang yang menjalani operasi bariatrik yakni;- Mengalami masalah kesehatan yang disebabkan gangguan penyerapan nutrisi, misalnya kurangnya penyerapan zat besi, kalsium, dan vitamin-vitamin, termasuk vitamin B12 dan vitamin E.- Makanan bergerak terlalu cepat melalui usus halus, sehingga menimbulkan mual, diare, berkeringat, pusing, dan lemas sehabis makan. Hal ini terutama terjadi ketika mengonsumsi makanan manis.- Terbentuknya batu empedu karena penurunan berat badan yang drastis dalam waktu cepat.- Hernia.- Penyempitan di area lambung dan usus yang dijahit, sehingga timbul mual, muntah, dan kesulitan makan.- Luka atau lubang di saluran cerna.Untuk mendapatkan hasil yang optimal, ikuti semua petunjuk dokter setelah menjalani operasi bariatrik. Sebab, kamu akan mengalami perubahan besar, mulai pola makan, gaya hidup, hingga mengonsumsi obat dan vitamin tertentu serta harus menjalani pemantauan dokter secara berkala.

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler