Pendiri wisebitenutrition Raksha Shah menyampaikan saat berupaya mengurangi lemak perut, ada beberapa kebiasaan yang perlu dihindari.
Berikut, empat kebiasaan yang perlu dihindari untuk mengurangi lemak perut menurut ahli dan praktisi nutrisi:
Merokok dalam jangka panjang dan ketergantungan terhadap nikotin yang lebih besar dikaitkan dengan peningkatan lemak visceral.
Nikotin dapat meningkatkan kadar kortisol, hormon stres yang mendorong penyimpanan lemak di area perut. Redistribusi lemak ini dapat terjadi bahkan pada individu yang tampak kurus, menjadikan merokok sebagai faktor risiko tersembunyi bagi akumulasi lemak visceral.
Murianews, Jakarta – Lemak perut atau lemak visceral selalu dikaitkan dengan beberapa masalah kesehatan, mulai dari resistensi insulin, diabetes tipe 2, fatty liver atau hati berlemak, hingga penyakit jantung.
Pendiri wisebitenutrition Raksha Shah menyampaikan saat berupaya mengurangi lemak perut, ada beberapa kebiasaan yang perlu dihindari.
Berikut, empat kebiasaan yang perlu dihindari untuk mengurangi lemak perut menurut ahli dan praktisi nutrisi:
Merokok
Merokok dalam jangka panjang dan ketergantungan terhadap nikotin yang lebih besar dikaitkan dengan peningkatan lemak visceral.
Nikotin dapat meningkatkan kadar kortisol, hormon stres yang mendorong penyimpanan lemak di area perut. Redistribusi lemak ini dapat terjadi bahkan pada individu yang tampak kurus, menjadikan merokok sebagai faktor risiko tersembunyi bagi akumulasi lemak visceral.
Kurang Tidur...
Kurang tidur
Praktisi industri makanan dan nutrisi Toby Amidor mengatakan kurang tidur kronis dapat mengacaukan keseimbangan hormon, terutama hormon yang mengatur nafsu makan dan stres.
Kondisi ini akan membuat tubuh cenderung memproduksi lebih banyak ghrelin atau ”hormon lapar” dan lebih sedikit leptin, hormon yang memberi sinyal rasa kenyang.
Ketidakseimbangan ini menyebabkan peningkatan keinginan makan. Akibatnya asupan kalori berlebih, yang berkontribusi pada pembentukan lemak visceral atau lemak perut. Kurang tidur juga meningkatkan kadar hormon stres, kortisol.
Mengupayakan tidur berkualitas selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam dapat membantu mengatur keseimbangan hormon, mengelola nafsu makan, dan mengurangi stres, menciptakan lingkungan yang lebih menguntungkan bagi tubuh untuk mengurangi lemak perut.
Amidor menyampaikan bahwa membangun jadwal tidur yang konsisten dan menciptakan rutinitas tidur yang menenangkan dapat secara signifikan meningkatkan kualitas tidur dan memperbaiki kesehatan.
Minum minuman bersoda manis
Minuman bersoda memiliki kadar gula tambahan yang banyak. Ini bisa menimbulkan lonjakan kalori tanpa memberikan rasa kenyang atau nutrisi apa pun.
Untuk mengatasi kelebihan gula ini, hati akan mengubahnya menjadi lemak. Jika terus menerus dilakukan, lemak yang dihasilkan akan menumpuk di sekitar organ.
Minum soda manis dikaitkan dengan akumulasi lemak visceral yang lebih banyak, jadi lebih baik memilih air putih atau teh tanpa gula kalau ingin menurunkan kadar lemak di perut.
Stres...
Tidak mengelola stres
Stres yang tidak dikelola dan berkelanutan dapat menyulitkan upaya mengurangi lemak perut. Amidor menyebutan selain memengaruhi suasana hati, stres kronis juga dapat mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh.
Kondisi inilah yang menyebabkan penumpukan lemak visceral di berbagai area, termasuk di dalam perut.
Menurut hasil studi, orang dengan tingkat stres yang tinggi cenderung memiliki lebih banyak lemak visceral. Ini terjadi karena ketika stres, tubuh melepaskan lebih banyak hormon kortisol.
Pelepasan hormon tersebut secara langsung dikaitkan dengan peningkatan penyimpanan lemak di perut.
Berolahraga atau meluangkan waktu dengan melakukan aktivitas yang disukai dapat menjadi pilihan cara untuk mengelola stres.