Penting! Ini Gejala Polio Pada Anak yang Wajib Diketahui Bunda
Anggara Jiwandhana
Senin, 15 Januari 2024 12:05:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng), mulai menggencarkan vaksinasi polio untuk anak dengan usia di bawah delapan tahun. Hal tersebut dilakukan untuk menghindarkan mereka dari penyakit tersebut. Namun bagaimana sebenarnya gejala dari penyakit itu?
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dr Andini Aridewi mengungkapkan, gejala yang sering dijumpai dari penyakit ini adalah demam tinggi hingga muntah-muntah.
Selain itu gejala awam yang paling mudah dilihat dan spesifik adalah adanya fenomena lumpuh layu pada anak.
”Kerap dijumpai adanya lemah otot kaki. Bukan karena kebentur atau terkena benda tumpul lainnya, tapi tiba-tiba lemah otot kakinya,” ucap Andini di sela kegiatan vaksinasi polio di Kelurahan Purwosari, Senin (15/1/2024).
Dalam pelaksanaannya nanti, Pemkab Kudus akan melakukan kegiatan vaksinasi polio sebanyak dua tahap. Yakni pada 15 hingga 21 Januari 2024 dan 19 sampai 25 Februari 2024.
”Sasarannya adalah anak sekolah juga, meskipun vaksin polio itu hingga 14 tahun, kami ambil ke yang paling rentan saja, yakni di usia delapan tahun ke bawah, jumlah sasarannya adalah sebanyak 93.781 anak,” tambahnya.
Untuk jenis vaksin yang digunakan adalah vaksin tetes manis sehingga anak bisa menerima vaksinasi dengan mudah.
”Kecuali anak yang dia mengidap HIV, itu harus dengan penyuntikan,” ungkapnya.
DKK pun mencatat ada 93 ribu lebih anak di Kudus yang rentan dan perlu dilakukan vaksinasi. Pihaknya mulai melaksanakan vaksinasi secara massive per Senin (15/1/2024) hari ini. Di mana pada tahap pertama ada sebanyak 93.781 anak usia 0 tahun hingga 7 tahun 11 bulan 29 hari yang perlu dilakukan vaksinasi.
Penjabat (Pj) Bupati Kudus Hasan Chabibie menuturkan, kondisi saat ini memang belum ditemukan kasus polio di Kudus. Namun dia mengaku tidak ingin kecolongan. Apalagi penyakit polio menjadi ancaman bagi masa depan bangsa.
Editor: Cholis Anwar



