Mengenal E.Coli, Bakteri Alami yang Bisa Berbahaya jika Tak Terkontrol
Murianews
Selasa, 14 April 2026 20:42:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
”Kalau suatu makanan atau air ditemukan E.Coli, itu berarti sudah tercemar, umumnya dari tinja. Jadi ini indikator kondisi sanitasi,” ujarnya.
Menurutnya, kontaminasi dapat terjadi melalui berbagai media. Mulai dari air yang tidak bersih, peralatan yang tidak higienis, hingga perantara seperti lalat yang membawa bakteri dari kotoran ke makanan.
Ia menegaskan, dalam standar kesehatan, keberadaan satu saja bakteri E.Coli sudah cukup untuk menyatakan bahwa air atau bahan tersebut tidak layak dikonsumsi karena bakteri ini dapat berkembang biak dengan sangat cepat.
Selain itu, bakteri E.Coli umumnya menyerang sistem pencernaan karena masuk melalui makanan dan minuman. Gejala yang ditimbulkan bisa berupa mual, muntah, sakit perut, hingga diare, tergantung pada daya tahan tubuh masing-masing.
Untuk mencegah paparan bakteri tersebut, masyarakat diimbau menjaga sanitasi lingkungan serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan, memastikan air yang digunakan bersih, serta mengolah makanan dengan benar.
Reporter: Wiwid Widia Yulhendrik
Editor: Dani Agus



