Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Eddy menjelaskan, udara dingin atau percikan air hujan menjadi salah satu penyebab utama peningkatan kejadian biduran di musim hujan.

Sebab, udara dingin maupun percikan air hujan yang dingin dapat menyebabkan aktivasi sel mast pada individu yang sensitif.

Faktor lainnya, yakni berkembangnya bakteri dan jamur di kulit karena kelembapan udara di musim hujan. Bila tak rajin membersihkan kulit saat terkena air hujan, biduran menyerang.

Biduran dapat dikategorikan ringan bila reaksi berupa reaksi lokal terhadap alergen yang menempel pada kulit, seperti debu, serangga, udara dingin, dan produk kulit.

Namun, biduran juga bisa berbahaya bila alergi terjadi di saluran napas karena mengakibatkan sulit bernapas, misalnya bibir yang bengkak dan pita suara yang membengkak.

Bila terjadi di sistem kardiovaskular, biduran dapat sebabkan penurunan tekanan darah sampai pasien merasa mau pingsan.

Sementara, dokter spesialis kulit dan kelamin Titi Moertolo mengatakan, faktor utama penyebab biduran disebabkan karena kurang sehatnya gaya hidup maupun pola makan seseorang.

’’Biduran bisa terjadi, misalnya alergi, tapi yang jelas harus dicari dan dihentikan penyebabnya,’’ kata Titi.

Gejala

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler