Jumat, 1 Maret 2024

Manfaat Puasa untuk Kesehatan Kulit, Mengurangi Pertumbuhan Jerawat hingga Cegah Penuaan

Dani Agus
Selasa, 21 Maret 2023 21:11:33
Foto: Ilustrasi kulit wajah sehat (freepik.com)
Murianews, Kudus – Semua orang pasti mendambakan kulit tubuhnya sehat dan segar, terutama bagi para wanita. Bahkan, untuk memiliki kulit sehat ini, banyak wanita rela mengeluarkan biaya buat perawatan atau beli produk kecantikan. Untuk mendapatkan kulit sehat, tak melulu harus mengandalkan perawatan dan produk kecantikan. Ada beberapa hal lainnya yang bisa mendatangkan manfaat untuk kesehatan kulit, salah satunya dengan puasa. Barangkali masih banyak orang yang belum tahu manfaat puasa bagi kesehatan kulit. Mungkin banyak juga yang bertanya-tanya kaitan puasa dan kesehatan kulit ini. Baca juga: Ini Panduan Puasa Ramadan buat Ibu Menyusui biar Ibadah Lancar dan Bayinya Sehat Melansir dari Halodoc, Selasa (21/3/2023), puasa dapat meningkatkan aktivitas metabolisme tubuh, yang selanjutnya dapat berdampak pada kesehatan tubuh kulit. Selain itu, puasa dapat memberikan manfaat anti-penuaan. Puasa membuat kamu membatasi konsumsi kalori, sehingga meningkatkan metabolisme dan kekebalan tubuh. Ketika berpuasa, tubuh akan kelaparan dalam waktu tertentu yang menyebabkan perubahan metabolisme. Perubahan ini akan mengarahkan ke tingkat purin dan pirimidin yang lebih tinggi dalam tubuh, sehingga memicu pertambahan antioksidan dalam tubuh. Nah, pertambahan antioksidan inilah yang membantu meningkatkan kesehatan secara keseluruhan termasuk kesehatan kulit. Kunci Kesehatan Kulit Melalui Puasa Kulit bercahaya, kencang, dan bersih bisa diperoleh dengan menjalankan pola makan yang baik, tidur nyenyak, dan olahraga. Apa pun yang kamu lakukan untuk mengurangi stres, mengurangi peradangan, dan mengatur gula darah dapat memberikan efek menguntungkan tidak hanya pada kesehatan kulit, tetapi juga tubuh secara keseluruhan. Bagaimana puasa secara khusus memberikan manfaat kesehatan pada tubuh? 1. Mengurangi Pertumbuhan Jerawat Gula juga bisa menjadi penyebab masalah pada pertumbuhan jerawat. Saat insulin tinggi, hormon menerima isyarat untuk memproduksi lebih banyak sebum. Sebum adalah zat berminyak yang menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat. Puasa dapat mencegah timbulnya jerawat lewat berkurangnya konsumsi makanan manis. 2. Mengurangi Dampak Penuaan Puasa dan makan sehat dapat membantu tubuh menjaga keseimbangan sehat, yang selanjutnya mengarah pada penguatan metabolisme dan peningkatan sistem kekebalan tubuh. Meningkatnya tingkat antioksidan dapat mengarah pada kulit yang sehat dan mengurangi penuaan kulit. 3. Puasa Mengurangi Peradangan pada Kulit Puasa dapat membantu mengurangi peradangan pada kulit, terutama buat kamu yang mengalami gangguan psoriasis. Ternyata ada korelasi nyata antara psoriasis dan diabetes, obesitas, hipertensi, dan dislipidemia. Dislipidemia adalah kondisi jumlah lemak yang tidak normal dalam darah, dan ini terkait dengan pola makan yang buruk atau kurang olahraga. Tidak hanya memicu gangguan kulit, kondisi-kondisi yang disebutkan tadi dapat menempatkan kamu pada risiko terkena penyakit kardiovaskular. Sebuah penelitian mengenai diet dan puasa menyebutkan puasa dapat bermanfaat mengurangi gangguan autoimun seperti psoriasis. Soalnya puasa memiliki efek positif pada peningkatan sel T helper dan sitokin anti-inflamasi, yang mengurangi peradangan dan menenangkan sistem kekebalan yang terlalu aktif. 4. Menurunkan Stres Tahukah kamu kalau kesehatan kulit juga terkait dengan kondisi pikiran. Jika kamu kerap mengalami gangguan kesehatan kulit itu bisa jadi karena kamu mengalami stres. Saat stres, tubuh akan melepaskan hormon stres kortisol, yang memicu timbulnya jerawat. Stres juga memperburuk kondisi terkait peradangan seperti psoriasis dan dermatitis seboroik. Rosacea, gatal-gatal, dan vitiligo semuanya diperburuk atau dipicu sebagian oleh stres. Puasa dapat menjadi semacam terapi meredakan stres, selain meditasi, olahraga, dan yoga. Puasa sedikit banyak membantu menenangkan pikiran. Ini terkait koneksi otak ke kulit yang hasilnya juga terlihat di tubuh. Berpuasa dapat mengaktifkan sistem saraf parasimpatis dan menurunkan produksi kortisol.  

Baca Juga

Komentar