Jumat, 1 Maret 2024

Waspada Gelombang Panas, Ini Bahayanya bagi Tubuh dan Kulit

Dani Agus
Kamis, 27 April 2023 06:06:25
Foto: Ilustrasi (freepik.com)
Murianews, Kudus – Sejak beberapa hari terakhir, suhu udara terasa lebih panas dari sebelumnya. Hal ini menyebabkan banyak orang merasa tidak nyaman ketika harus melakukan aktivitas di luar rumah. Kondisi yang terjadi ini hampir seperti akibat adanya gelombang panas atau heatwave. Yakni peningkatan suhu udara secara signifikan yang terjadi selama beberapa hari berturut-turut. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), beberapa negara di Asia akhir-akhir ini sedang dilanda heatwave. Baca juga: Ini Pertolongan Pertama saat Tersiram Air Panas yang Perlu Diketahui Melansir dari Halodoc, Rabu (27/4/2023), gelombang panas dapat memengaruhi kondisi kesehatan manusia. WHO menyebutkan bahwa heat stroke dan heat exhaustion merupakan bahaya heatwave yang kerap kali menyerang kesehatan. Meskipun begitu, kabar baiknya BMKG telah menyatakan bahwa Indonesia tidak mengalami gelombang panas. Akan tetapi, tidak dipungkiri bahwa cuaca akhir-akhir ini memang mengalami kenaikan suhu. Cuaca yang ekstrem ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan layaknya yang disebabkan oleh heatwave. Bahaya heatwave tidak hanya mempengaruhi lingkungan, tetapi juga kesehatan manusia. Berikut beberapa gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh heatwave: 1. Heat Exhaustion Sesuai namanya heat exhaustion merupakan kelelahan yang diakibatkan karena naiknya suhu udara. Beberapa gejalanya meliputi keringat berlebih, pusing, denyut nadi cepat, tekanan darah rendah saat berdiri, dan sakit kepala. Heat exhaustion terjadi ketika tubuh tidak bisa mendinginkan dirinya sendiri dalam cuaca panas. Tubuh melakukan ini dengan cara memproduksi keringat. Namun, di cuaca yang terlalu panas tubuh kurang mampu mendinginkan diri secara efisien, akibatnya kram panas dapat terjadi. Kram panas biasanya ditandai dengan keringat berlebihan, kelelahan, haus dan kram otot. 2. Heat Stroke Masih berhubungan dengan penyakit sebelumnya, heat stroke dapat terjadi jika heat exhaustion tidak ditangani dengan segera. Ini merupakan bahaya heatwave yang dapat mengancam jiwa. Heat stroke biasanya disebabkan akibat terpapar cuaca panas dalam waktu yang lama, atau melakukan aktivitas fisik dalam suhu tinggi. Seseorang dikatakan mengalami heat stroke jika suhu tubuhnya sudah mencapai 40 derajat Celsius atau bahkan lebih tinggi. Ciri-ciri yang menandakan heat stroke yaitu meningkatnya suhu tubuh, kulit merah dan panas, mual dan muntah, pernapasan cepat, dan perubahan perilaku seperti kebingungan, lekas marah, atau bicara cadel. Tanpa penanganan cepat heat stroke dapat menyebabkan kerusakan organ vital dan bahkan kematian. 3. Rhabdomyolysis Rhabdomyolysis (rhabdo) adalah kondisi medis yang terkait dengan tekanan panas dan aktivitas fisik yang berkepanjangan. Kondisi ini menyebabkan kerusakan, pecah, dan kematian pada otot. Ketika jaringan otot mati, elektrolit dan protein besar (myoglobin) dilepaskan ke aliran darah. Ini dapat menyebabkan irama jantung yang tidak teratur, kejang, dan kerusakan pada ginjal. Beberapa gejala rhabdo yaitu kram atau nyeri otot, urin berwarna gelap, frekuensi urin menurun, dan kelemahan. Jika kamu mengalami gejala tersebut, hentikan aktifitas, minum banyak air putih, dan segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit terdekat. 4. Kanker Kulit Walaupun Indonesia tidak mengalami gelombang panas, tetapi BMKG telah mengonfirmasi bahwa indeks sinar ultraviolet mengalami peningkatan. Seperti yang diketahui sinar ultraviolet (UV) dapat menyebabkan berbagai penyakit kulit termasuk kanker kulit. Terekspos terlalu banyak radiasi sinar UV dapat menargetkan DNA dalam sel kulit. Akibatnya sel tidak bekerja sesuai dengan fungsinya, dan menyebabkan sel terlalu sering membelah diri hingga kemudian membentuk tumor. Jika tumor ini ganas maka dapat berubah menjadi kanker. Oleh karena itu, di cuaca yang ekstrem ini kamu jangan sampai lupa menggunakan sunscreen untuk mencegah kanker kulit. 5. Biang Keringat Biang keringat tidak hanya terjadi pada bayi atau anak-anak, di cuaca yang sangat panas seperti sekarang, biang keringat juga bisa terjadi pada orang dewasa. Walaupun cenderung tidak membahayakan tetapi biang keringat bisa membuat tidak nyaman. Biang keringat terjadi ketika keringat terperangkap dalam kulit, sehingga menimbulkan benjolan atau bruntusan yang dalam dan meradang. Beberapa bentuk biang keringat dapat menimbulkan rasa gatal. Untuk menangani ini kamu bisa taburkan bedak untuk menenangkan gejalanya. 6. Dehidrasi Parah  Bisa dibilang dehidrasi merupakan sumber masalah untuk berbagai penyakit yang disebabkan karena cuaca sangat panas. Dehidrasi parah terjadi ketika tubuh mengeluarkan keringat terlalu banyak. Saat produksi keringat berlebih, tak hanya cairan saja yang hilang, tetapi gula dan garam dalam tubuh juga ikut hilang dan menyebabkan rasa lemas, pusing, hingga pingsan. Maka dari itu, kamu jangan sampai lupa minum air putih, dan jika perlu dampingi juga dengan minuman elektrolit. Tips Menjaga Kesehatan Kulit dari Cuaca Panas Dengan banyaknya dampak buruk yang ditimbulkan cuaca dan gelombang panas, penting bagi kita untuk selalu menjaga kesehatan kulit. Beberapa tips mengatasi efek cuaca panas pada kulit, yaitu: 1. Selalu menggunakan sunscreen saat keluar rumah. 2. Menggunakan skin care yang ringan, berbahan dasar air supaya tidak menyumbat pori-pori dalam mengeluarkan keringat. 3. Sebisa mungkin hindari pajanan panas secara langsung dengan mencari tempat yang teduh. 4. Menggunakan payung, topi, baju lengan panjang, serta kacamata hitam sebagai upaya perlindungan 5. Konsumsi suplemen, seperti vitamin C dan vitamin E. 6. Konsumsi sayur dan buah tinggi antioksidan 7. Perbanyak minum air putih.

Baca Juga

Komentar