Jumat, 1 Maret 2024

Ketahui, Ini Cara Penularan Virus HIV yang Paling Sering Terjadi

Dani Agus
Jumat, 1 Desember 2023 21:04:00
Ilustrasi HIV/AIDS. (Pixabay)

Murianews, Kudus – Penyakit AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus HIV (human immunodeficiency virus) yang merusak sistem pertahanan tubuh manusia.

Hingga saat ini, jumlah penderita AIDS di seluruh dunia masih cukup tinggi, termasuk di Indonesia. Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk menaruh perhatian serius terhadap penyakit yang belum ditemukan obatnya itu.

Salah satu bentuk perhatian yang dilakukan adalah adanya peringatan Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember. Peringatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran terhadap wabah AIDS di seluruh dunia yang disebabkan oleh penyebaran virus HIV.

HIV/AIDS adalah salah satu bentuk penyakit menular seksual (PMS) yang bisa terjadi pada siapa saja. Gangguan kesehatan ini membuat sistem imunitas tubuh melemah.

Sistem imunitas tubuh berperan untuk memerangi penyakit dan kuman yang masuk dan menginfeksi tubuh. Namun, pada pengidap penyakit HIV, sistem imunitas justru menjadi begitu lemah, sehingga tidak dapat memerangi virus yang masuk dan menyerang tubuh.

Sayangnya, sampai sekarang, belum ada obat yang bisa membantu menyembuhkan penyakit ini. Oleh sebab itu, kewaspadaan terhadap bagaimana cara penularan HIV penting diketahui.

Cara Penularan Virus HIV

Virus HIV penyebab penyakit AIDS tidak menular melalui keringat, berciuman, gigitan nyamuk, atau sentuhan. Melansir dari Halodoc, Jumat (1/12/2023), berikut beberapa cara penularan HIV yang perlu kamu waspadai:

1. Hubungan intim tanpa menggunakan kondom

Virus HIV bisa memasuki tubuh dari cairan vagina, air mani, atau cairan pra ejakulasi melalui luka terbuka yang terdapat pada organ intim. Melakukan hubungan seksual tanpa memakai kondom bisa meningkatkan risiko perpindahan virus, hingga tubuh lebih rentan terinfeksi.

Inilah sebabnya, sangat penting untuk menggunakan kondom ketika melakukan hubungan intim, terutama jika kamu kerap berganti pasangan. Pemakaian kondom cukup efektif untuk mencegah penularan virus dengan menghalangi masuknya cairan vagina maupun air mani ke tubuh pasangan.

2. Menggunakan jarum suntik bergantian

Cara penularan HIV selanjutnya adalah menggunakan jarum suntik secara bergantian. Kondisi ini terutama terjadi pada seseorang yang positif mengidap AIDS.

Sisa darah pada jarum suntik bisa masuk dan menginfeksi tubuh seseorang yang sehat.  Tidak hanya AIDS, pemakaian jarum suntik bergantian juga bisa meningkatkan risiko penularan masalah kesehatan serius lain, termasuk hepatitis B dan C. Maka itu, pastikan kamu menggunakan jarum suntik yang masih baru dan bersegel, serta steril.

3. Cara penularan HIV melalui transfusi darah

Beberapa kasus menunjukkan bahwa, virus HIV bisa menular dari transfusi darah. Cara ini sebenarnya kurang umum, karena selalu ada pengujian dan seleksi ketat dari petugas kesehatan kepada calon pendonor sebelum melakukan transfusi.

Selain itu, risiko penularan virus HIV melalui cara ini akan semakin kecil kemungkinan terjadi pada negara yang memiliki rumah sakit dengan adopsi teknologi kesehatan terkini.

4. Melalui ibu kepada bayinya

Siapa sangka, ibu hamil yang mengidap HIV/AIDS memiliki risiko yang sangat tinggi untuk menularkan virus penyakit tersebut kepada janin dari plasenta. Bahkan, cara penularan HIV ini juga bisa terjadi selama proses persalinan. Inilah sebabnya, ibu hamil wajib melakukan pemeriksaan darah.

Sebab, skrining awal dapat membantu dokter memberikan penanganan segera sehingga komplikasi dan risiko penularan pada bayi bisa dicegah. Tidak hanya itu, pemberian ASI dari ibu yang terjangkit HIV/AIDS juga sama berisikonya untuk menularkan penyakit tersebut pada bayi.

Meski begitu, studi belum lama ini menyebutkan bahwa ibu tetap dapat memberikan ASI secara langsung kepada bayinya selama periode menyusui (direct breastfeeding). Hanya saja, ibu wajib mengonsumsi obat antiretroviral (ARV) secara berkala sesuai dengan anjuran dokter. Obat tersebut kabarnya cukup efektif untuk membantu menekan jumlah virus dalam darah, sehingga bisa menurunkan risiko terjadinya penularan.

5. Melalui seks oral

Cara penularan HIV yang tidak banyak orang tahu adalah seks oral. Ini merupakan aktivitas seksual dengan memberikan rangsangan pada organ intim menggunakan lidah, bibir, atau mulut.

Aktivitas seksual ini dapat menularkan virus penyebab penyakit HIV/AIDS apabila sedang mengidap sariawan atau memiliki luka pada bibir dan mulut. Bahkan, bibir yang pecah sekalipun.

Tidak hanya itu, risiko penularan juga lebih tinggi apabila pria mengeluarkan cairan ejakulasi atau sperma dalam mulut. Selain HIV, melakukan seks oral juga memungkinkan kamu terjangkit penyakit menular seksual lain.

6. Penggunaan alat bantu seks (sex toys)

Alat bantu seks atau sex toys dengan pemakaian bersamaan juga bisa menjadi cara penularan HIV lainnya. Risikonya semakin tinggi jika mainan tersebut tidak terjaga kebersihannya atau tidak menggunakan kondom sebagai lapisan.

Memang, pakar menyebutkan bahwa virus penyebab HIV tidak bisa bertahan dalam waktu lama pada permukaan benda mati. Namun, alat bantu seks yang basah karena terkena sperma, cairan vagina, maupun darah tetap bisa menjadi media penularan virus kalau kamu memakainya secara bergantian. Selain itu, pastikan mainan seks yang kamu pakai selalu bersih, sehingga tidak berpotensi menularkan penyakit seksual lainnya.

Sayangnya, pemahaman tentang bagaimana cara penularan HIV yang masih minim membuat orang-orang lantas tidak melakukan tindakan pencegahan.

 

Komentar