Jumat, 1 Maret 2024

Ini Waktu yang Diperlukan HIV untuk Berkembang menjadi AIDS

Dani Agus
Jumat, 1 Desember 2023 21:55:00
Ilustrasi HIV/AIDS. (freepik.com)

Murianews, Kudus – Hingga saat ini, jumlah penderita AIDS di seluruh dunia masih cukup tinggi, termasuk di Indonesia. Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk menaruh perhatian serius terhadap penyakit yang belum ditemukan obatnya itu.

AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus HIV (human immunodeficiency virus). HIV/AIDS adalah salah satu bentuk penyakit menular seksual (PMS) yang bisa terjadi pada siapa saja. Gangguan kesehatan ini membuat sistem imunitas tubuh melemah.

Sistem imunitas tubuh berperan untuk memerangi penyakit dan kuman yang masuk dan menginfeksi tubuh. Namun, pada pengidap penyakit HIV, sistem imunitas justru menjadi begitu lemah, sehingga tidak dapat memerangi virus yang masuk dan menyerang tubuh.

HIV/AIDS adalah salah satu bentuk penyakit menular seksual (PMS) yang bisa terjadi pada siapa saja. HIV dan AIDS merupakan dua kondisi yang memang berhubungan, tapi tidak sama.

HIV adalah virus yang mengganggu sistem kekebalan tubuh yang bisa menyebabkan AIDS. Bisa dibilang, AIDS adalah stadium akhir dari kondisi ini.

Kabar baiknya, tidak semua orang yang mengidap HIV akan mengalami AIDS. Namun, tak segera terobati, infeksi tersebut memang berpotensi berkembang menjadi AIDS.

Lantas, berapa lama waktu untuk HIV hingga berkembang menjadi AIDS? Umumnya waktu perkembangan infeksi HIV menjadi AIDS adalah sekitar 5 hingga 10 tahun, jika tidak ada tindakan medis.

Kisaran waktu tersebut bisa berbeda pada tiap pengidap, karena ada sejumlah faktor yang bisa memengaruhinya, antara lain:

1. Strain genetik HIV seseorang terinfeksi.

2. Kesehatan umum individu.

3. Tempat tinggal seseorang (termasuk akses perawatan kesehatan dan adanya kejadian penyakit atau infeksi lain).

4. Genetika seseorang atau riwayat keluarga.

5. Merokok dan pilihan gaya hidup pribadi lainnya.

6. Sejak tahun 1996, pengenalan obat antiretroviral sudah mengubah perkembangan alami infeksi HIV.

Meskipun penyakit yang melemahkan kekebalan tubuh tersebut masih belum bisa disembuhkan, orang yang segera mendapatkan perawatan setelah terdiagnosis kondisi ini bisa memiliki harapan hidup hingga mendekati normal.

Seperti penyakit kronis lainnya, deteksi dini dengan melakukan tes HIV adalah kunci untuk mengidentifikasi dan mengobati infeksi HIV secepat mungkin.

Tahapan Perkembangan HIV

Tahapan infeksi pada tiap orang bisa berbeda, baik dalam tingkat keparahan maupun kecepatan perkembangan. Ini menunjukkan penipisan sel kekebalan karena pertahanan tubuh semakin menurun.

Dengan setiap perkembangan, risiko infeksi oportunistik (IO) meningkat sampai sistem kekebalan dikatakan terganggu sepenuhnya. Pada tahap inilah risiko penyakit dan kematian sangat tinggi.

Berikut tahapan-tahapannya:

1. Infeksi akut

Pada tahap ini banyak pengidapnya mengalami demam, kelelahan, amandel bengkak, sakit tenggorokan, diare, atau ruam. Infeksi akut merupakan tahapan yang terjadi segera setelah terpapar dan bisa bertahan sekitar dua minggu. Saat mengalami kondisi tersebut, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan.

2. Infeksi kronis

Setelah infeksi awal masih bisa sistem kekebalan tubuh kendalikan, virus bersembunyi di reservoir seluler, tanpa diketahui oleh pertahanan kekebalan. Tahap infeksi kronis (atau laten) ini bisa berlangsung selama bertahun-tahun.

Bahkan infeksi bisa terjadi hingga puluhan tahun pada beberapa pengidap sampai virus yang tersembunyi aktif kembali (paling sering ketika sistem kekebalan sepenuhnya terganggu dan berkembang menjadi  tahap selanjutnya).

3. AIDS

Stadium ini secara teknis masuk dalam kategori terdefinisi AIDS. Diagnosis AIDS tidak lagi berarti seseorang pasti akan sakit atau meninggal. Bagi seseorang memiliki jumlah CD4 di bawah 100, memulai pengobatan antiretroviral (ART) bisa memulihkan fungsi kekebalan, terkadang ke tingkat yang mendekati normal hingga normal.

Ketahui Tanda HIV yang Berkembang Menjadi AIDS

Berikut gejala umum yang bisa pengidap AIDS rasakan:

1. Penurunan berat badan secara tiba-tiba.

2. Keringat di malam hari.

3. Demam yang terus kambuh.

4. Merasa sangat lelah tanpa alasan.

5. Diare yang berlangsung lebih dari seminggu.

6. Luka di mulut, di daerah anus, atau di alam kelamin.

7. Radang paru-paru.

8. Bercak di kulit atau di dalam mulut, hidung, atau kelopak mata.

9. Masalah memori.

10. Depresi.

Tips Mencegah HIV Menjadi AIDS

Mengonsumsi obat ART dengan benar dan teratur adalah cara terbaik untuk mencegah perkembangan HIV menjadi AIDS. Jadi, bicarakanlah dengan dokter mengenai pengobatan terbaik untuk mengatasi kondisi ini dan patuhi anjuran pengobatan dari dokter untuk mencegah AIDS.

Selain itu, penting juga untuk menjaga gaya hidup sehat dan mempraktikkan seks yang aman. Bagi pengidap HIV, berikut adalah tips-tips untuk menjaga viral load serendah mungkin:

1. Hindari stres

Stres bisa melemahkan sistem kekebalan dan membuat kamu lebih rentan terhadap penyakit dan infeksi. Karena itu, lawanlah stres dengan tidur yang cukup setiap malam dan cobalah melakukan latihan seperti meditasi atau yoga.

2. Dapatkan vaksinasi

Infeksi seperti pneumonia dan flu bisa menyebabkan dampak buruk bagi pengidapnya. Jadi, dapatkan vaksinasi rutin untuk penyakit tersebut dan infeksi lain yang direkomendasikan oleh dokter.

3. Lakukan seks yang lebih aman

Seks yang aman amat penting, terutama untuk pengidap kondisi ini. Tujuannya bukan hanya untuk mencegah penyebaran virus ke orang lain, tetapi untuk melindungi diri pengidapnya dari infeksi menular seksual (IMS) lainnya seperti hepatitis, gonore, dan klamidia.

4. Ubah gaya hidup menjadi lebih sehat

Berhenti merokok, berolahraga secara teratur, menghindari alkohol dan obat-obatan terlarang, dan tetap menjaga pola makan yang sehat. Semua perubahan gaya hidup ini akan membantu tubuh kamu lebih kuat dan lebih sehat.

Komentar