Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ini karena ada risiko kesehatan yang dapat terjadi di balik penggunaan kuku palsu. Khususnya saat kuku palsu tersebut berbahan keras.

Melansir dari laman RS Mardi Rahayu Kudus setidaknya ada tiga risiko yang ditimbulkan. Apa itu?

1. Reaksi alergi

Bahan kimia yang digunakan untuk kuku palsu bisa membuat kulit menjadi iritasi. Contohnya, kandungan metil metakrilat dapat menyebabkan iritasi pada saluran napas dan memperparah asma, sedangkan kandungan etil metakrilat dapat memicu kemerahan, bengkak, dan nyeri pada kuku.

Baca: Ini Kesalahan saat Memakai Kuteks Gel yang Masih Sering Dilakukan, Awas Bisa Rusak Kuku lho!

2. InfeksiSaat menggunakan kuku palsu, akan terbentuk celah dengan kuku asli. Hal ini dapat menjadi ruang bagi bakteri dan jamur untuk berkembang hingga memicu infeksi.Infeksi bakteri dapat mengubah warna kuku menjadi hijau, sedangkan infeksi jamur bisa menimbulkan bintik putih atau kuning pada kuku. Jika parah, infeksi jamur dapat membuat kuku menjadi hancur.3. Kerusakan kukuPenggunaan kuku palsu dapat membuat kuku menjadi tipis, rapuh, dan kering, sehingga dapat merusaknya. Bahkan, bila kuku yang rusak dibiarkan tanpa penanganan, bisa berisiko menyebabkan kuku copot. 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler