Hati-Hati, Sering Pipis Bisa Jadi Terkena Penyakit Berbahaya Ini
Supriyadi
Rabu, 13 September 2023 17:31:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Terlalu sering buang air kecil atau pipis (poliuria) ternyata bisa menjadi indikasi sebuah penyakit. Bahkan, penyakitnya terbilang berbahaya.
Melansir dari berbagai sumber, frekuensi buang air kecil ideal antara 4–8 kali sehari. Apabila frekuensinya lebih dari delapan kali ada kemungkinan kesehatan sedang bermasalah.
Lantas apa saja penyakit yang bisa dilihat dari intensitas pipis tersebut?
Diabetes Mellitus
Poliuria adalah salah satu gejala umum diabetes tipe 1 dan tipe 2. Kondisi ini terjadi ketika kadar gula darah tinggi merusak kemampuan tubuh untuk mengendalikan kadar cairan, sehingga ginjal memproduksi lebih banyak urine untuk menghilangkan kelebihan gula.
Infeksi Saluran Kemih
Infeksi saluran kemih (ISK) dapat menyebabkan sering buang air kecil. Bakteri yang masuk ke saluran kemih dapat mengiritasi kandung kemih dan menyebabkan dorongan untuk buang air kecil yang lebih sering.
Sembelit
Melansir Web MD, sembelit membuat usus penuh dan mendorong kandung kemih turun, sehingga penderitanya jadi sering kencing. Dalam jangka panjang, sembelit juga dapat melemahkan otot-otot dasar panggul yang mengontrol usus dan kandung kemih.
Gangguan Prostat
Pembesaran prostat dapat mendorong uretra (saluran yang mengeluarkan urine dari tubuh) sehingga menghambat aliran urine. Hal ini menyebabkan iritasi pada dinding kandung kemih karena kondisi tersebut.
Sebagai hasilnya, kandung kemih dapat berkontraksi bahkan ketika hanya sedikit urine yang terkumpul, yang mengakibatkan seringnya keinginan untuk buang air kecil.
Batu ginjal
Sering buang air kecil bisa menjadi gejala batu ginjal. Selain sering buang air kecil, gejala yang muncul pada penderita batu ginjal adalah mual dan muntah, sakit perut bagian bawah, terdapat darah di urine, dan urine berubah menjadi keruh.



