Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Alergi terjadi akibat tubuh terkena zat yang disebut alergen. Saat tubuh terkena alergen, sistem imun akan bereaksi dan memproduksi antibodi sehingga memicu keluarnya histamin.

Alergi biasanya disebabkan karena mengonsumsi makanan tertentu, debu, gigitan serangga, dan obat-obatan. Orang yang memiliki alergi, sistem tubuhnya akan memproduksi antibody karena menganggap itu berbahaya.

Mengutip dari Halodoc, ada beberapa orang dapat berisiko lebih tinggi terserang alergi, hal ini dapat dipicu karena beberapa faktor seperti berikut:

1. Faktor keturunan.

Alergi cenderung menurun dalam keluarga. Seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat alergi atau asma, akan berisiko lebih tinggi terkena alergi.  

2. Faktor lingkungan.

Semakin sering dan semakin lama seseorang terpapar alergen tertentu, kemungkinan untuk mengalami alergi semakin tinggi.

3. Faktor usia.

Anak-anak di bawah usia 18 tahun lebih rentan terkena alergi, sebab paparan sistem kekebalan tubuh mereka terbatas dan masih dalam tahap perkembangan.

4. Memiliki asma.

Asma kerap kali dikaitkan dengan reaksi alergi. Jika seseorang menderita asma, risiko mereka terkena alergi meningkat karena asma dapat memicu gejala alergi dan sebaliknya.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News